Bentuk lama yaitu SEGI LIMA rancangan Kak Ali Daliman pada tahun 1977
Sebuah Identitas, Sebuah Kebanggaan
Setiap lambang memiliki cerita. Ia bukan sekadar gambar yang dijahit pada seragam, melainkan identitas yang menyimpan sejarah, nilai, dan semangat sebuah organisasi.
Begitu pula dengan lambang pertama Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Timur, yang dirancang oleh Kak Ali Daliman pada tahun 1977. Lambang berbentuk segi lima ini menjadi identitas resmi Kwarda Kalimantan Timur selama kurang lebih 15 tahun, sebelum akhirnya digantikan oleh lambang berbentuk perisai berdasarkan SK Kwartir Daerah Nomor 27 Tahun 1992 yang mulai berlaku pada 25 November 1992.
Meski kini telah berganti, lambang pertama tersebut tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Gerakan Pramuka Kalimantan Timur.
Bentuk Segi Lima
Lambang ini menggunakan bentuk segi lima yang melambangkan landasan kehidupan bangsa Indonesia yang berpedoman pada Pancasila, sekaligus menggambarkan kokohnya persatuan seluruh anggota Gerakan Pramuka di Kalimantan Timur.
Garis Pinggir Berwarna Biru
Bingkai berwarna biru mengelilingi seluruh lambang sebagai simbol persatuan yang kuat. Warna biru juga menggambarkan keteguhan, ketenangan, serta luasnya cakrawala pengabdian Pramuka kepada masyarakat.
Bintang Berwarna Kuning Emas
Di bagian atas terdapat bintang berwarna kuning emas, yang melambangkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Cahaya bintang menjadi penuntun setiap Pramuka untuk selalu menjunjung tinggi nilai moral dan spiritual dalam setiap pengabdian.
Dasar Berwarna Biru Muda dan Biru Tua
Perpaduan warna biru muda dan biru tua menggambarkan bentang alam Kalimantan Timur yang kaya akan sungai, danau, serta lautan. Warna ini juga melambangkan kedalaman ilmu pengetahuan, keteguhan hati, dan harapan akan masa depan yang cerah.
Pesut Berwarna Merah
Di tengah lambang tampak Pesut Mahakam, satwa endemik yang menjadi kebanggaan Kalimantan Timur. Pesut dipilih sebagai simbol karena mencerminkan keunikan daerah serta semangat masyarakat Kalimantan Timur yang ramah, tangguh, dan mampu hidup selaras dengan alam. Warna merah memberikan makna keberanian, semangat juang, dan pengabdian tanpa pamrih.
Tunas Kelapa Berwarna Hijau
Berdampingan dengan pesut terdapat tunas kelapa, lambang resmi Gerakan Pramuka Indonesia. Berwarna merah, tunas kelapa melambangkan semangat yang terus tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Sebagaimana pohon kelapa yang seluruh bagiannya berguna, seorang Pramuka diharapkan mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Gelombang Berwarna Putih
Di bawah pesut dan tunas kelapa terdapat gelombang berwarna putih. Gelombang ini menggambarkan Sungai Mahakam beserta kekayaan perairan Kalimantan Timur yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Warna putih melambangkan kesucian niat, kejujuran, serta pengabdian yang dilandasi hati yang bersih.
Pita Bertuliskan "Kwarda Kalimantan Timur"
Pada bagian bawah terdapat pita berwarna kuning dengan tulisan merah "Kwarda Kalimantan Timur". Pita ini menjadi penegas identitas bahwa seluruh unsur dalam lambang tersebut merupakan representasi Gerakan Pramuka di Bumi Etam, yang menghimpun seluruh anggota dalam satu semangat persaudaraan, pengabdian, dan pendidikan karakter.
Warisan yang Tetap Hidup
Walaupun sejak tahun 1992 Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Timur menggunakan lambang baru berbentuk perisai karya Kak Suprihatno, S.Pd., lambang pertama karya Kak Ali Daliman tetap memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Ia menjadi saksi perjalanan Kwarda Kalimantan Timur dalam membina generasi muda selama lebih dari satu dekade.
Lambang ini bukan sekadar lencana yang pernah dikenakan di seragam. Ia adalah simbol awal perjalanan, semangat para pendahulu, dan warisan yang mengingatkan bahwa sejarah patut dikenang, dipelajari, dan diteruskan oleh setiap generasi Pramuka Kalimantan Timur.
“Mengenang lambang pertama Kwarda Kalimantan Timur berarti menghormati jejak para perintis yang telah membangun pondasi Gerakan Pramuka di Bumi Etam. Dari sejarah itulah semangat pengabdian terus tumbuh, mengakar, dan berkembang hingga hari ini.”
telah beralih dengan bentuk PERISAI serta beberapa perubahan gambar, yang dirancang oleh Kak Suprihatno, S.Pd. Lambang Kwartir Daerah yang baru ini diberlakukan berdasarkan Surat Keputusan Kwartir Daerah Nomor : 27 Tahun 1992; tertanggal 25 Nopember 1992.